Berapa Modal Membuka Usaha Bakery di Bali? Ini yang Perlu Dihitung | Blog Fomac
MESIN KAMI SOLUSI ANDA | KUALITAS TERJAMIN
MESIN KAMI SOLUSI ANDA | KUALITAS TERJAMIN
Selamat Datang Di Fomac Indonesia
Mesin Kami Solusi Anda

Berapa Modal Membuka Usaha Bakery di Bali? Ini yang Perlu Dihitung

Diposting oleh : fomac indonesia
16 September 2026 | 09:23 WIB

Berapa Modal Membuka Usaha Bakery di Bali? Ini yang Perlu Dihitung

usaha bakery bali

Mau buka bakery di Bali tapi masih bingung harus menyiapkan modal berapa?

Sebenarnya tidak ada satu angka yang bisa dipakai untuk semua usaha bakery. Modal yang dibutuhkan akan berbeda tergantung konsep usaha, kapasitas produksi, lokasi, jumlah produk, sampai peralatan yang digunakan.

Karena itu, sebelum menghitung total modal, lebih baik pecah dulu kebutuhan usaha menjadi beberapa bagian.

1. Tentukan Konsep Bakery yang Mau Dibangun

Langkah pertama adalah menentukan model bisnisnya.

Apakah bakery akan dimulai dari dapur rumahan, membuka toko kecil, atau langsung menyiapkan produksi untuk pesanan dalam jumlah lebih besar?

Konsep ini akan sangat memengaruhi kebutuhan modal.

Kalau masih dari rumah, misalnya, kebutuhan tempat dan peralatan bisa lebih sederhana. Sementara bakery yang memiliki toko sendiri tentu perlu menyiapkan biaya tambahan untuk tempat, interior, listrik, dan operasional harian.

Jadi, jangan menentukan modal sebelum tahu seperti apa bakery yang ingin dijalankan.

2. Hitung Biaya Bahan Baku

Bahan baku menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan sejak awal.

Untuk bakery, kebutuhan bahan bisa meliputi tepung, gula, telur, mentega, susu, ragi, cokelat, keju, filling, dan bahan lainnya sesuai produk yang dijual.

Jangan hanya menghitung kebutuhan untuk satu kali produksi. Perkirakan juga berapa banyak bahan yang dibutuhkan dalam satu minggu atau satu bulan.

Dengan begitu, modal kerja untuk menjalankan produksi bisa lebih mudah diperkirakan.

3. Siapkan Anggaran untuk Peralatan Produksi

Bagian ini sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar, terutama kalau bakery ingin memproduksi dalam jumlah lebih banyak.

Peralatan yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung produk. Beberapa bakery mungkin membutuhkan oven, mixer, meja kerja, loyang, rak, dan peralatan pendukung lainnya.

Untuk proses pengadukan adonan, misalnya, mixer bakery dapat membantu ketika jumlah adonan yang dibuat mulai bertambah.

FOMAC menyediakan berbagai mesin pengolahan makanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi bakery. Pemilihan mesin sebaiknya dilakukan berdasarkan jenis produk, jumlah produksi, dan kapasitas yang memang dibutuhkan.

4. Jangan Lupa Biaya Tempat

Kalau bakery tidak menggunakan dapur sendiri, biaya tempat juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan.

Bukan hanya biaya sewa. Perhatikan juga kebutuhan listrik, air, renovasi, meja produksi, penyimpanan bahan, hingga area untuk menyimpan produk.

Untuk bakery yang baru dimulai, menentukan tempat sesuai kebutuhan bisa membantu menjaga modal awal agar tidak terlalu berat.

5. Hitung Biaya Tenaga Kerja

Kalau produksi dikerjakan bersama karyawan, biaya tenaga kerja juga harus masuk dalam perencanaan.

Jumlah tenaga kerja bisa disesuaikan dengan skala produksi. Bakery kecil mungkin masih bisa dikerjakan oleh sedikit orang, sedangkan produksi yang lebih besar membutuhkan pembagian pekerjaan yang lebih jelas.

Misalnya ada bagian produksi, finishing, packing, sampai pengiriman.

Semakin besar kapasitas produksi, semakin penting juga menghitung kebutuhan tenaga kerja secara realistis.

6. Sisihkan Modal untuk Operasional

Selain biaya untuk membuka usaha, jangan sampai seluruh modal habis untuk membeli peralatan.

Sisihkan dana untuk kebutuhan operasional beberapa waktu pertama, seperti:

  • Bahan baku
  • Listrik dan air
  • Gas atau kebutuhan produksi lainnya
  • Kemasan
  • Transportasi
  • Promosi
  • Biaya tak terduga

Modal kerja ini penting karena bakery tetap membutuhkan biaya untuk berjalan setelah usaha mulai dibuka.

7. Jangan Langsung Membeli Semua Mesin

Ini salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menghitung modal usaha bakery.

Tidak semua mesin harus dibeli sekaligus.

Kalau produksi masih kecil, beberapa proses mungkin masih bisa dilakukan dengan peralatan yang sudah tersedia. Ketika pesanan mulai meningkat, barulah bagian produksi yang paling membutuhkan bantuan mesin bisa di-upgrade.

Misalnya, ketika proses mengaduk adonan mulai memakan banyak waktu, bakery bisa mempertimbangkan penggunaan mixer dengan kapasitas yang sesuai.

Dengan cara ini, pembelian peralatan bisa mengikuti perkembangan usaha.

8. Hitung Berdasarkan Target Produksi

Daripada hanya bertanya “butuh modal berapa?”, lebih baik mulai dari pertanyaan:

“Saya mau produksi berapa banyak setiap hari?”

Misalnya target produksi adalah 50 roti per hari tentu kebutuhan peralatannya berbeda dengan bakery yang menargetkan ratusan produk per hari.

Target produksi akan membantu menentukan:

  • Kapasitas oven
  • Kapasitas mixer
  • Jumlah tenaga kerja
  • Kebutuhan bahan baku
  • Ruang produksi
  • Kebutuhan penyimpanan
  • Peralatan pendukung

Dari sini, perhitungan modal bisa menjadi lebih realistis.

9. Buat Simulasi Modal Sebelum Mulai

Setelah semua kebutuhan dicatat, pisahkan menjadi dua kelompok:

Modal awal

  • Peralatan dan mesin
  • Tempat atau renovasi
  • Perlengkapan produksi
  • Peralatan pendukung

Modal operasional

  • Bahan baku
  • Gaji
  • Listrik dan air
  • Kemasan
  • Promosi
  • Transportasi

Cara ini membuat Anda bisa melihat bagian mana yang membutuhkan modal paling besar dan mana yang masih bisa ditekan.

Jadi, Berapa Modal Membuka Bakery di Bali?

Tidak ada angka modal yang berlaku untuk semua bakery.

Usaha bakery rumahan, toko bakery kecil, dan bakery yang menargetkan produksi dalam jumlah besar tentu memiliki kebutuhan modal yang berbeda.

Yang lebih penting adalah menghitung kebutuhan berdasarkan konsep usaha, target produksi, tempat, bahan baku, tenaga kerja, dan peralatan.

Jangan sampai modal habis di awal hanya karena membeli peralatan yang kapasitasnya jauh di atas kebutuhan produksi.

Mulai dari kebutuhan yang benar-benar diperlukan, lalu tingkatkan peralatan ketika produksi dan pesanan mulai berkembang.

Kalau sedang menyiapkan usaha bakery di Bali dan ingin melihat pilihan mesin pengolahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan produksi, Anda bisa melihat produk FOMAC di:

https://www.fomac.co.id/

Hai! Selamat datang di website FOMAC!

Fomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Fomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami