Mau buka bakery di Bali tapi masih bingung harus menyiapkan modal berapa?
Sebenarnya tidak ada satu angka yang bisa dipakai untuk semua usaha bakery. Modal yang dibutuhkan akan berbeda tergantung konsep usaha, kapasitas produksi, lokasi, jumlah produk, sampai peralatan yang digunakan.
Karena itu, sebelum menghitung total modal, lebih baik pecah dulu kebutuhan usaha menjadi beberapa bagian.
1. Tentukan Konsep Bakery yang Mau Dibangun
Langkah pertama adalah menentukan model bisnisnya.
Apakah bakery akan dimulai dari dapur rumahan, membuka toko kecil, atau langsung menyiapkan produksi untuk pesanan dalam jumlah lebih besar?
Konsep ini akan sangat memengaruhi kebutuhan modal.
Kalau masih dari rumah, misalnya, kebutuhan tempat dan peralatan bisa lebih sederhana. Sementara bakery yang memiliki toko sendiri tentu perlu menyiapkan biaya tambahan untuk tempat, interior, listrik, dan operasional harian.
Jadi, jangan menentukan modal sebelum tahu seperti apa bakery yang ingin dijalankan.
2. Hitung Biaya Bahan Baku
Bahan baku menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan sejak awal.
Untuk bakery, kebutuhan bahan bisa meliputi tepung, gula, telur, mentega, susu, ragi, cokelat, keju, filling, dan bahan lainnya sesuai produk yang dijual.
Jangan hanya menghitung kebutuhan untuk satu kali produksi. Perkirakan juga berapa banyak bahan yang dibutuhkan dalam satu minggu atau satu bulan.
Dengan begitu, modal kerja untuk menjalankan produksi bisa lebih mudah diperkirakan.
3. Siapkan Anggaran untuk Peralatan Produksi
Bagian ini sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar, terutama kalau bakery ingin memproduksi dalam jumlah lebih banyak.
Peralatan yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung produk. Beberapa bakery mungkin membutuhkan oven, mixer, meja kerja, loyang, rak, dan peralatan pendukung lainnya.
Untuk proses pengadukan adonan, misalnya, mixer bakery dapat membantu ketika jumlah adonan yang dibuat mulai bertambah.
FOMAC menyediakan berbagai mesin pengolahan makanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi bakery. Pemilihan mesin sebaiknya dilakukan berdasarkan jenis produk, jumlah produksi, dan kapasitas yang memang dibutuhkan.
4. Jangan Lupa Biaya Tempat
Kalau bakery tidak menggunakan dapur sendiri, biaya tempat juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan.
Bukan hanya biaya sewa. Perhatikan juga kebutuhan listrik, air, renovasi, meja produksi, penyimpanan bahan, hingga area untuk menyimpan produk.
Untuk bakery yang baru dimulai, menentukan tempat sesuai kebutuhan bisa membantu menjaga modal awal agar tidak terlalu berat.
5. Hitung Biaya Tenaga Kerja
Kalau produksi dikerjakan bersama karyawan, biaya tenaga kerja juga harus masuk dalam perencanaan.
Jumlah tenaga kerja bisa disesuaikan dengan skala produksi. Bakery kecil mungkin masih bisa dikerjakan oleh sedikit orang, sedangkan produksi yang lebih besar membutuhkan pembagian pekerjaan yang lebih jelas.
Misalnya ada bagian produksi, finishing, packing, sampai pengiriman.
Semakin besar kapasitas produksi, semakin penting juga menghitung kebutuhan tenaga kerja secara realistis.
6. Sisihkan Modal untuk Operasional
Selain biaya untuk membuka usaha, jangan sampai seluruh modal habis untuk membeli peralatan.
Sisihkan dana untuk kebutuhan operasional beberapa waktu pertama, seperti:
- Bahan baku
- Listrik dan air
- Gas atau kebutuhan produksi lainnya
- Kemasan
- Transportasi
- Promosi
- Biaya tak terduga
Modal kerja ini penting karena bakery tetap membutuhkan biaya untuk berjalan setelah usaha mulai dibuka.
7. Jangan Langsung Membeli Semua Mesin
Ini salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menghitung modal usaha bakery.
Tidak semua mesin harus dibeli sekaligus.
Kalau produksi masih kecil, beberapa proses mungkin masih bisa dilakukan dengan peralatan yang sudah tersedia. Ketika pesanan mulai meningkat, barulah bagian produksi yang paling membutuhkan bantuan mesin bisa di-upgrade.
Misalnya, ketika proses mengaduk adonan mulai memakan banyak waktu, bakery bisa mempertimbangkan penggunaan mixer dengan kapasitas yang sesuai.
Dengan cara ini, pembelian peralatan bisa mengikuti perkembangan usaha.
8. Hitung Berdasarkan Target Produksi
Daripada hanya bertanya “butuh modal berapa?”, lebih baik mulai dari pertanyaan:
“Saya mau produksi berapa banyak setiap hari?”
Misalnya target produksi adalah 50 roti per hari tentu kebutuhan peralatannya berbeda dengan bakery yang menargetkan ratusan produk per hari.
Target produksi akan membantu menentukan:
- Kapasitas oven
- Kapasitas mixer
- Jumlah tenaga kerja
- Kebutuhan bahan baku
- Ruang produksi
- Kebutuhan penyimpanan
- Peralatan pendukung
Dari sini, perhitungan modal bisa menjadi lebih realistis.
9. Buat Simulasi Modal Sebelum Mulai
Setelah semua kebutuhan dicatat, pisahkan menjadi dua kelompok:
Modal awal
- Peralatan dan mesin
- Tempat atau renovasi
- Perlengkapan produksi
- Peralatan pendukung
Modal operasional
- Bahan baku
- Gaji
- Listrik dan air
- Kemasan
- Promosi
- Transportasi
Cara ini membuat Anda bisa melihat bagian mana yang membutuhkan modal paling besar dan mana yang masih bisa ditekan.
Jadi, Berapa Modal Membuka Bakery di Bali?
Tidak ada angka modal yang berlaku untuk semua bakery.
Usaha bakery rumahan, toko bakery kecil, dan bakery yang menargetkan produksi dalam jumlah besar tentu memiliki kebutuhan modal yang berbeda.
Yang lebih penting adalah menghitung kebutuhan berdasarkan konsep usaha, target produksi, tempat, bahan baku, tenaga kerja, dan peralatan.
Jangan sampai modal habis di awal hanya karena membeli peralatan yang kapasitasnya jauh di atas kebutuhan produksi.
Mulai dari kebutuhan yang benar-benar diperlukan, lalu tingkatkan peralatan ketika produksi dan pesanan mulai berkembang.
Kalau sedang menyiapkan usaha bakery di Bali dan ingin melihat pilihan mesin pengolahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan produksi, Anda bisa melihat produk FOMAC di:
Spiral Mixer
Planetary Mixer
Horizontal Mixer
Dough Divider
Proofer
Convection Oven
Mesin Pemotong Roti
Oven Roti
Egg Beater
Toaster
Dough Sheeter / Penipis Adonan
Mesin Pelapis Kue
Oven Pizza
Mesin Parut Keju
Vertical Mixer
Combi Oven
Mesin Peniris Minyak
Mesin Penepung
Mesin Pembuat Mie
Food Dehydrator
Mesin Pembuat Saus
Mesin Pengayak
Dumpling Skin Maker
Oil Pressor
Peanut Roaster
Pengaduk Serbaguna
Pemotong Obat-Obatan
Deep Fryer
Mesin Pemanggang
Gas Griddle
Rice Steaming Cart
Bain Marie
Mesin Perebus Mie
Mesin Pengasap
Mesin Pemanggang Daging Kebab
Gas Burner / Kompor
Mesin Perebus Telur / Egg Boiler
Perebus Bakso
Electric Griddle
Kanto Cooking
Air Fryer
Induction Cooker
Gas Cooking Mixer
Dimsum Steamer
Gas Kwali Range
Coffee Grinder
Mesin Kopi
Coffee and Tea Warmer
Ice Blender
Mesin Susu Kedelai
Mesin Jus Dispenser
Mesin Slush
Mesin Giling Tebu
Mesin Ekstraktor Jus
Mesin Peras Jeruk
Mesin Peras Jeruk Manual
Water Boiler
Soda Maker
Mesin Es Krim Lembut
Mesin Es Krim Keras
Mesin Es Krim Goreng
Mesin Es Serut
Mesin Es Krim Lembut Aecoe
Mesin Es Batu
Under Counter Chiller
Under Counter Freezer
Showcase Dingin
Showcase Hangat
Steamer
Upright Chiller
Upright Freezer
Mesin Takoyaki
Cone Maker
Hot Dog Maker
Mesin Crepes
Mesin Waffle
Mesin Egg Waffle
Mesin Fish Waffle
Mesin Gulali
Mesin Sosis Telur
Mesin Sate Telur Puyuh
Mesin Kue Souffle
Mesin Popcorn
Pencetak Kentang Panjang
Tako Senbei
Pemeras Madu
Gelato Panini Press
Pemotong Tulang
Bowl Cutter
Meat Slicer
Mesin Giling Daging
Mesin Sosis
Mesin Pencetak Bakso
Fish Meat Bone Separator
Mesin Pencabut Bulu
Meat Mixer
Pengupas Telur
Penusuk Sate
Pencacah Sayuran
Mesin Pemotong Sayuran
Pengupas Kentang
Alat Pemotong Kentang Spiral
Mesin Pemotong Kentang
Pengupas Bawang
Alat Pemotong Kentang Stik
Pengering Sayuran
Pengupas Umbi-Umbian
Automatic L-bar Sealing
Manual L-Seal Cutter
Cup Sealer
Electromagnetic Induction Capper
Continuous Band Sealer
Pedal Sealer
Hand Sealer
Carton Sealer
Can Sealer
Tray Sealer
Automatic Side Sealer
Container Taping Seal
Sleeve Sealer
Pneumatic Sealer
Paste Pneumatic Filler
Automatic Filling Machine
Liquid Pneumatic Filler
Mesin Filling Liquid
Mesin Shrink
Pad Printing
Hand Printer
Bottle Labelling
Solid Ink
Metal Cap Model
Plastic Cap Model
Hand Strapping Tool
Hand Wrapping
Binding Tool
Skin Packager
Carton Erector and Sealing
Conveyor
Pallet Stretch Wrapper
Twist Tie Machine
Single Chamber Vacuum Machine
Household Vacuum Sealer
Double Chamber Vacuum Machine
External Vacuum Packager
Continuous Vacuum Sealer
Mesin Strapping
Particle Weighing Filling Machine
Filling and Sealing Sachet