Keripik Pisang Bali Terlalu Berminyak? Perhatikan Proses Penirisannya | Blog Fomac
MESIN KAMI SOLUSI ANDA | KUALITAS TERJAMIN
MESIN KAMI SOLUSI ANDA | KUALITAS TERJAMIN
Selamat Datang Di Fomac Indonesia
Mesin Kami Solusi Anda

Keripik Pisang Bali Terlalu Berminyak? Perhatikan Proses Penirisannya

Diposting oleh : fomac indonesia
28 September 2026 | 10:19 WIB

Keripik Pisang Bali Terlalu Berminyak? Perhatikan Proses Penirisannya

Keripik Bali

Keripik pisang menjadi salah satu produk yang bisa dikembangkan sebagai usaha makanan ringan di Bali. Rasanya sederhana, tetapi proses produksinya perlu diperhatikan agar hasil keripik tetap nyaman dikonsumsi dan memiliki kualitas yang konsisten.

Salah satu masalah yang bisa muncul adalah keripik terasa terlalu berminyak setelah digoreng. Selain proses penggorengan, cara meniriskan minyak juga perlu diperhatikan.

Kenapa Keripik Pisang Bisa Terlalu Berminyak?

Setelah proses penggorengan, masih ada minyak yang menempel pada permukaan keripik.

Jika proses penirisan kurang maksimal, minyak tersebut bisa ikut terbawa ketika keripik dipindahkan atau dikemas. Pada produksi dalam jumlah kecil, penirisan manual mungkin masih cukup.

Namun ketika produksi semakin banyak, proses ini perlu dievaluasi.

Penirisan Menjadi Bagian Penting dalam Produksi

Produksi keripik pisang biasanya dilakukan dalam beberapa batch. Artinya, proses menggoreng dan meniriskan harus dilakukan berulang kali.

Jika penirisan masih menggunakan cara manual, waktu kerja bisa menjadi lebih panjang. Apalagi ketika jumlah produksi meningkat dan pesanan mulai datang lebih banyak.

Karena itu, proses penirisan sebaiknya tidak dianggap sebagai pekerjaan kecil dalam produksi.

Menggunakan Spinner untuk Membantu Penirisan

Spinner keripik pisang Bali dapat digunakan untuk membantu mengurangi minyak yang masih menempel setelah proses penggorengan.

Mesin bekerja dengan sistem putaran sehingga minyak dapat dipisahkan dari produk dengan lebih praktis dibandingkan hanya mengandalkan penirisan manual.

Untuk usaha keripik pisang yang produksinya sudah rutin, penggunaan mesin peniris dapat membantu membuat proses kerja menjadi lebih teratur.

Tidak Hanya untuk Keripik Pisang

Mesin peniris keripik juga dapat digunakan untuk berbagai produk makanan yang membutuhkan proses pengurangan minyak setelah digoreng.

Namun, kapasitas dan jenis produk tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai mesin yang dipilih terlalu kecil sehingga proses harus dilakukan terlalu banyak batch.

Sebaliknya, usaha yang masih memproduksi dalam jumlah sedikit juga belum tentu membutuhkan mesin dengan kapasitas besar.

Tentukan Kapasitas Berdasarkan Produksi

Sebelum memilih spinner, hitung terlebih dahulu jumlah keripik yang perlu ditiriskan.

Perhatikan berapa banyak produk dalam satu batch dan berapa kali proses penggorengan dilakukan dalam sehari. Dari data tersebut, kebutuhan kapasitas mesin akan lebih mudah ditentukan.

Dengan begitu, mesin yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan usaha keripik pisang.

Kapan Usaha Keripik Pisang Perlu Menggunakan Mesin?

Jika produksi masih kecil dan proses penirisan belum menghambat pekerjaan, cara manual mungkin masih dapat digunakan.

Namun jika pesanan semakin banyak, proses penirisan dilakukan berkali-kali, dan waktu produksi mulai tersita di bagian tersebut, mesin peniris keripik bisa mulai dipertimbangkan.

Tujuannya bukan sekadar menambah peralatan, tetapi membantu proses yang memang sudah membutuhkan kapasitas lebih besar.

Untuk melihat pilihan mesin pengolah makanan yang dapat mendukung proses produksi keripik, kunjungi Website Resmi FOMAC.

BALI

Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

(021) 2951 4991

0812-1323-9988

Hai! Selamat datang di website FOMAC!

Fomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Fomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami