Berapa porsi yang bisa diproduksi bisnis catering dalam sehari?
Pertanyaan ini penting ketika pesanan mulai bertambah. Jangan sampai usaha menerima lebih banyak order, tetapi dapur ternyata belum mampu mengejar jumlah porsi yang harus selesai tepat waktu.
Kapasitas produksi catering sebenarnya bisa dihitung dari beberapa hal sederhana, mulai dari jumlah pesanan, waktu kerja, jenis menu, sampai kemampuan peralatan yang digunakan.
Mulai dari Jumlah Pesanan Harian
Langkah pertama adalah mengetahui berapa porsi yang harus diproduksi.
Misalnya bisnis catering mendapatkan pesanan:
- 100 porsi makan siang
- 150 porsi makan malam
- 50 porsi tambahan untuk pesanan lainnya
Berarti total kebutuhan produksi dalam satu hari adalah 300 porsi.
Namun, jumlah porsi saja belum cukup. Perlu dilihat juga kapan semua makanan tersebut harus selesai.
Hitung Waktu Produksi yang Tersedia
Misalnya dapur mulai bekerja pukul 06.00 dan makanan harus siap pukul 11.00.
Artinya ada sekitar 5 jam waktu produksi.
Kalau targetnya 300 porsi, kebutuhan rata-ratanya:
300 porsi ÷ 5 jam = 60 porsi per jam
Angka ini bisa menjadi gambaran awal mengenai kapasitas produksi yang dibutuhkan.
Tapi jangan langsung menganggap seluruh 5 jam bisa digunakan untuk memasak. Waktu tersebut juga harus dibagi untuk persiapan bahan, proses memasak, pembersihan, dan pekerjaan lain di dapur.
Perhatikan Setiap Menu
Setiap menu membutuhkan waktu dan proses yang berbeda.
Memasak nasi tentu memiliki waktu yang berbeda dengan mengolah ayam, membuat sayuran, menggoreng lauk, atau menyiapkan sambal dalam jumlah besar.
Karena itu, kapasitas sebaiknya dihitung berdasarkan proses produksi, bukan hanya jumlah porsi akhir.
Contohnya, catering memproduksi 300 porsi dengan menu nasi, ayam goreng, sayur, dan sambal. Bisa saja proses nasi sudah selesai lebih cepat, tetapi pengolahan ayam justru membutuhkan waktu paling lama.
Bagian seperti inilah yang perlu diperhatikan karena bisa menjadi titik yang memperlambat produksi.
Cari Bagian yang Paling Lambat
Setelah mengetahui waktu setiap proses, coba lihat bagian mana yang paling banyak memakan waktu.
Misalnya:
- Persiapan sayuran: 1 jam
- Pengolahan daging: 2 jam
- Memasak nasi: 1,5 jam
- Menggoreng lauk: 3 jam
Kalau proses menggoreng membutuhkan waktu paling lama, peningkatan kapasitas pada bagian tersebut mungkin lebih dibutuhkan dibanding membeli peralatan untuk proses lain.
Jadi, jangan hanya melihat mesin mana yang paling besar. Cari dulu bagian produksi yang menjadi hambatan.
Sesuaikan Kapasitas Mesin dengan Target Produksi
Setelah mengetahui kebutuhan produksi, barulah peralatan bisa disesuaikan.
Untuk persiapan bahan dalam jumlah banyak, misalnya, chopper atau vegetable cutter dapat membantu mengurangi pekerjaan manual. Untuk kebutuhan memasak, pilihan peralatan bisa disesuaikan dengan jenis menu dan jumlah porsi yang harus diproduksi.
FOMAC sendiri menyediakan berbagai peralatan pengolahan makanan seperti vegetable cutter, meat grinder, deep fryer, rice steaming cart, hingga peralatan memasak lainnya.
Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dapur, bukan sekadar mengejar kapasitas terbesar.
Jangan Lupa Hitung Kapasitas Efektif
Kapasitas mesin di spesifikasi tidak selalu sama dengan jumlah produksi yang benar-benar bisa dicapai setiap hari.
Dalam praktiknya ada waktu untuk memasukkan bahan, mengeluarkan hasil, membersihkan alat, mengganti bahan, dan melakukan persiapan lainnya.
Karena itu, lebih aman menggunakan kapasitas efektif sebagai dasar perencanaan.
Misalnya sebuah proses secara teori mampu menghasilkan 100 porsi per jam, tetapi setelah memperhitungkan waktu persiapan dan pergantian batch, hasil nyatanya mungkin lebih rendah.
Angka inilah yang lebih relevan untuk menentukan kemampuan produksi dapur.
Buat Target Kapasitas Berdasarkan Kondisi Saat Ini
Bisnis catering tidak harus langsung menghitung kapasitas untuk ribuan porsi.
Mulai dari kondisi nyata. Misalnya saat ini rata-rata pesanan mencapai 300 porsi per hari, tetapi dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan bisa mencapai 500 porsi.
Dari sini bisa dibuat target kapasitas yang lebih realistis.
Dengan begitu, investasi peralatan juga dapat dilakukan bertahap sesuai perkembangan usaha.
Kapan Harus Menambah Kapasitas Produksi?
Ada beberapa tanda yang bisa menjadi pertimbangan untuk meningkatkan kapasitas:
- Pesanan mulai melebihi kemampuan dapur.
- Waktu produksi semakin panjang.
- Satu proses sering membuat pekerjaan lain ikut tertunda.
- Tenaga kerja terlalu banyak tersita untuk pekerjaan manual.
- Pesanan tambahan mulai sulit diterima.
- Peralatan yang digunakan harus bekerja terus-menerus untuk mengejar target.
Kalau beberapa kondisi tersebut mulai terjadi, berarti kapasitas produksi perlu dihitung kembali.
Kapasitas Produksi Harus Mengikuti Pertumbuhan Catering
Menghitung kapasitas produksi bukan hanya soal mengetahui berapa porsi yang bisa dibuat dalam sehari. Yang lebih penting adalah memastikan jumlah pesanan, waktu produksi, tenaga kerja, alur kerja, dan peralatan bisa saling mendukung.
Ketika bisnis catering di Bali mulai berkembang, perhitungan ini bisa membantu menentukan bagian mana yang perlu ditingkatkan terlebih dahulu.
Dengan kapasitas yang lebih terencana, dapur akan lebih siap menerima pesanan tanpa membuat proses produksi menjadi semakin berat.
Untuk mendukung kebutuhan produksi catering, cek berbagai pilihan mesin pengolahan makanan dari FOMAC.
Spiral Mixer
Planetary Mixer
Horizontal Mixer
Dough Divider
Proofer
Convection Oven
Mesin Pemotong Roti
Oven Roti
Egg Beater
Toaster
Dough Sheeter / Penipis Adonan
Mesin Pelapis Kue
Oven Pizza
Mesin Parut Keju
Vertical Mixer
Combi Oven
Mesin Peniris Minyak
Mesin Penepung
Mesin Pembuat Mie
Food Dehydrator
Mesin Pembuat Saus
Mesin Pengayak
Dumpling Skin Maker
Oil Pressor
Peanut Roaster
Pengaduk Serbaguna
Pemotong Obat-Obatan
Deep Fryer
Mesin Pemanggang
Gas Griddle
Rice Steaming Cart
Bain Marie
Mesin Perebus Mie
Mesin Pengasap
Mesin Pemanggang Daging Kebab
Gas Burner / Kompor
Mesin Perebus Telur / Egg Boiler
Perebus Bakso
Electric Griddle
Kanto Cooking
Air Fryer
Induction Cooker
Gas Cooking Mixer
Dimsum Steamer
Gas Kwali Range
Coffee Grinder
Mesin Kopi
Coffee and Tea Warmer
Ice Blender
Mesin Susu Kedelai
Mesin Jus Dispenser
Mesin Slush
Mesin Giling Tebu
Mesin Ekstraktor Jus
Mesin Peras Jeruk
Mesin Peras Jeruk Manual
Water Boiler
Soda Maker
Mesin Es Krim Lembut
Mesin Es Krim Keras
Mesin Es Krim Goreng
Mesin Es Serut
Mesin Es Krim Lembut Aecoe
Mesin Es Batu
Under Counter Chiller
Under Counter Freezer
Showcase Dingin
Showcase Hangat
Steamer
Upright Chiller
Upright Freezer
Mesin Takoyaki
Cone Maker
Hot Dog Maker
Mesin Crepes
Mesin Waffle
Mesin Egg Waffle
Mesin Fish Waffle
Mesin Gulali
Mesin Sosis Telur
Mesin Sate Telur Puyuh
Mesin Kue Souffle
Mesin Popcorn
Pencetak Kentang Panjang
Tako Senbei
Pemeras Madu
Gelato Panini Press
Pemotong Tulang
Bowl Cutter
Meat Slicer
Mesin Giling Daging
Mesin Sosis
Mesin Pencetak Bakso
Fish Meat Bone Separator
Mesin Pencabut Bulu
Meat Mixer
Pengupas Telur
Penusuk Sate
Pencacah Sayuran
Mesin Pemotong Sayuran
Pengupas Kentang
Alat Pemotong Kentang Spiral
Mesin Pemotong Kentang
Pengupas Bawang
Alat Pemotong Kentang Stik
Pengering Sayuran
Pengupas Umbi-Umbian
Automatic L-bar Sealing
Manual L-Seal Cutter
Cup Sealer
Electromagnetic Induction Capper
Continuous Band Sealer
Pedal Sealer
Hand Sealer
Carton Sealer
Can Sealer
Tray Sealer
Automatic Side Sealer
Container Taping Seal
Sleeve Sealer
Pneumatic Sealer
Paste Pneumatic Filler
Automatic Filling Machine
Liquid Pneumatic Filler
Mesin Filling Liquid
Mesin Shrink
Pad Printing
Hand Printer
Bottle Labelling
Solid Ink
Metal Cap Model
Plastic Cap Model
Hand Strapping Tool
Hand Wrapping
Binding Tool
Skin Packager
Carton Erector and Sealing
Conveyor
Pallet Stretch Wrapper
Twist Tie Machine
Single Chamber Vacuum Machine
Household Vacuum Sealer
Double Chamber Vacuum Machine
External Vacuum Packager
Continuous Vacuum Sealer
Mesin Strapping
Particle Weighing Filling Machine
Filling and Sealing Sachet