Cara Menghitung Kapasitas Produksi untuk Bisnis Catering di Bali | Blog Fomac
MESIN KAMI SOLUSI ANDA | KUALITAS TERJAMIN
MESIN KAMI SOLUSI ANDA | KUALITAS TERJAMIN
Selamat Datang Di Fomac Indonesia
Mesin Kami Solusi Anda

Cara Menghitung Kapasitas Produksi untuk Bisnis Catering di Bali

Diposting oleh : fomac indonesia
09 September 2026 | 10:11 WIB

Cara Menghitung Kapasitas Produksi untuk Bisnis Catering di Bali

Bisnis Catering Bali

Berapa porsi yang bisa diproduksi bisnis catering dalam sehari?

Pertanyaan ini penting ketika pesanan mulai bertambah. Jangan sampai usaha menerima lebih banyak order, tetapi dapur ternyata belum mampu mengejar jumlah porsi yang harus selesai tepat waktu.

Kapasitas produksi catering sebenarnya bisa dihitung dari beberapa hal sederhana, mulai dari jumlah pesanan, waktu kerja, jenis menu, sampai kemampuan peralatan yang digunakan.

Mulai dari Jumlah Pesanan Harian

Langkah pertama adalah mengetahui berapa porsi yang harus diproduksi.

Misalnya bisnis catering mendapatkan pesanan:

  • 100 porsi makan siang
  • 150 porsi makan malam
  • 50 porsi tambahan untuk pesanan lainnya

Berarti total kebutuhan produksi dalam satu hari adalah 300 porsi.

Namun, jumlah porsi saja belum cukup. Perlu dilihat juga kapan semua makanan tersebut harus selesai.

Hitung Waktu Produksi yang Tersedia

Misalnya dapur mulai bekerja pukul 06.00 dan makanan harus siap pukul 11.00.

Artinya ada sekitar 5 jam waktu produksi.

Kalau targetnya 300 porsi, kebutuhan rata-ratanya:

300 porsi ÷ 5 jam = 60 porsi per jam

Angka ini bisa menjadi gambaran awal mengenai kapasitas produksi yang dibutuhkan.

Tapi jangan langsung menganggap seluruh 5 jam bisa digunakan untuk memasak. Waktu tersebut juga harus dibagi untuk persiapan bahan, proses memasak, pembersihan, dan pekerjaan lain di dapur.

Perhatikan Setiap Menu

Setiap menu membutuhkan waktu dan proses yang berbeda.

Memasak nasi tentu memiliki waktu yang berbeda dengan mengolah ayam, membuat sayuran, menggoreng lauk, atau menyiapkan sambal dalam jumlah besar.

Karena itu, kapasitas sebaiknya dihitung berdasarkan proses produksi, bukan hanya jumlah porsi akhir.

Contohnya, catering memproduksi 300 porsi dengan menu nasi, ayam goreng, sayur, dan sambal. Bisa saja proses nasi sudah selesai lebih cepat, tetapi pengolahan ayam justru membutuhkan waktu paling lama.

Bagian seperti inilah yang perlu diperhatikan karena bisa menjadi titik yang memperlambat produksi.

Cari Bagian yang Paling Lambat

Setelah mengetahui waktu setiap proses, coba lihat bagian mana yang paling banyak memakan waktu.

Misalnya:

  • Persiapan sayuran: 1 jam
  • Pengolahan daging: 2 jam
  • Memasak nasi: 1,5 jam
  • Menggoreng lauk: 3 jam

Kalau proses menggoreng membutuhkan waktu paling lama, peningkatan kapasitas pada bagian tersebut mungkin lebih dibutuhkan dibanding membeli peralatan untuk proses lain.

Jadi, jangan hanya melihat mesin mana yang paling besar. Cari dulu bagian produksi yang menjadi hambatan.

Sesuaikan Kapasitas Mesin dengan Target Produksi

Setelah mengetahui kebutuhan produksi, barulah peralatan bisa disesuaikan.

Untuk persiapan bahan dalam jumlah banyak, misalnya, chopper atau vegetable cutter dapat membantu mengurangi pekerjaan manual. Untuk kebutuhan memasak, pilihan peralatan bisa disesuaikan dengan jenis menu dan jumlah porsi yang harus diproduksi.

FOMAC sendiri menyediakan berbagai peralatan pengolahan makanan seperti vegetable cutter, meat grinder, deep fryer, rice steaming cart, hingga peralatan memasak lainnya.

Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dapur, bukan sekadar mengejar kapasitas terbesar.

Jangan Lupa Hitung Kapasitas Efektif

Kapasitas mesin di spesifikasi tidak selalu sama dengan jumlah produksi yang benar-benar bisa dicapai setiap hari.

Dalam praktiknya ada waktu untuk memasukkan bahan, mengeluarkan hasil, membersihkan alat, mengganti bahan, dan melakukan persiapan lainnya.

Karena itu, lebih aman menggunakan kapasitas efektif sebagai dasar perencanaan.

Misalnya sebuah proses secara teori mampu menghasilkan 100 porsi per jam, tetapi setelah memperhitungkan waktu persiapan dan pergantian batch, hasil nyatanya mungkin lebih rendah.

Angka inilah yang lebih relevan untuk menentukan kemampuan produksi dapur.

Buat Target Kapasitas Berdasarkan Kondisi Saat Ini

Bisnis catering tidak harus langsung menghitung kapasitas untuk ribuan porsi.

Mulai dari kondisi nyata. Misalnya saat ini rata-rata pesanan mencapai 300 porsi per hari, tetapi dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan bisa mencapai 500 porsi.

Dari sini bisa dibuat target kapasitas yang lebih realistis.

Dengan begitu, investasi peralatan juga dapat dilakukan bertahap sesuai perkembangan usaha.

Kapan Harus Menambah Kapasitas Produksi?

Ada beberapa tanda yang bisa menjadi pertimbangan untuk meningkatkan kapasitas:

  • Pesanan mulai melebihi kemampuan dapur.
  • Waktu produksi semakin panjang.
  • Satu proses sering membuat pekerjaan lain ikut tertunda.
  • Tenaga kerja terlalu banyak tersita untuk pekerjaan manual.
  • Pesanan tambahan mulai sulit diterima.
  • Peralatan yang digunakan harus bekerja terus-menerus untuk mengejar target.

Kalau beberapa kondisi tersebut mulai terjadi, berarti kapasitas produksi perlu dihitung kembali.

Kapasitas Produksi Harus Mengikuti Pertumbuhan Catering

Menghitung kapasitas produksi bukan hanya soal mengetahui berapa porsi yang bisa dibuat dalam sehari. Yang lebih penting adalah memastikan jumlah pesanan, waktu produksi, tenaga kerja, alur kerja, dan peralatan bisa saling mendukung.

Ketika bisnis catering di Bali mulai berkembang, perhitungan ini bisa membantu menentukan bagian mana yang perlu ditingkatkan terlebih dahulu.

Dengan kapasitas yang lebih terencana, dapur akan lebih siap menerima pesanan tanpa membuat proses produksi menjadi semakin berat.

Untuk mendukung kebutuhan produksi catering, cek berbagai pilihan mesin pengolahan makanan dari FOMAC.

Hai! Selamat datang di website FOMAC!

Fomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Fomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami