Pesanan bakery mulai naik, tapi waktu produksi ikut makin panjang? Jangan langsung berpikir harus menambah banyak mesin.
Coba cari tahu dulu bagian produksi mana yang paling lambat. Bisa jadi masalahnya hanya ada di satu tahap, sementara proses lainnya sebenarnya masih berjalan dengan baik.
Mulai dari Mencatat Waktu Setiap Proses
Cara paling sederhana adalah mencatat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan produksi.
Misalnya:
Persiapan bahan → mixing → pembentukan → proofing → baking → pendinginan
Dari sini bisa terlihat proses mana yang paling banyak menghabiskan waktu.
Kalau mixing membutuhkan waktu lama karena harus dilakukan berkali-kali, berarti kapasitas mixer perlu dievaluasi. Begitu juga kalau waktu baking terlalu panjang karena kapasitas oven terbatas.
Jangan Hanya Melihat Jumlah Pesanan
Pesanan yang bertambah memang menjadi salah satu tanda produksi perlu dievaluasi. Tapi jumlah pesanan saja belum cukup untuk menentukan mesin apa yang dibutuhkan.
Perhatikan juga:
- Berapa banyak produk yang dibuat setiap hari?
- Berapa batch yang harus diproses?
- Berapa lama satu batch selesai?
- Bagian mana yang paling sering menunggu?
- Apakah tenaga kerja terlalu banyak tersita di satu proses?
Dengan data tersebut, kebutuhan produksi bakery Bali akan lebih mudah dipetakan.
Mixing Mulai Menjadi Bagian yang Lambat
Pada produksi roti, proses mixing bisa menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika jumlah adonan meningkat.
Kalau bakery harus membuat banyak batch karena kapasitas mixer terbatas, waktu produksi tentu ikut bertambah.
Untuk kondisi seperti ini, bakery bisa mempertimbangkan mixer dengan kapasitas yang lebih sesuai. Spiral mixer juga dapat menjadi pilihan untuk membantu proses pengadukan adonan pada produksi bakery, tergantung kebutuhan dan jenis adonan.
Oven Juga Bisa Menjadi Bottleneck
Masalah tidak selalu berasal dari mixer.
Bisa saja adonan sudah selesai dengan cepat, tetapi proses pemanggangan membutuhkan waktu lama karena produk harus masuk oven dalam beberapa batch.
Karena itu, hitung berapa banyak produk yang dapat diproses dalam satu kali pemanggangan dan berapa batch yang diperlukan untuk menyelesaikan pesanan.
Kalau bagian ini yang paling lama, kapasitas oven perlu dievaluasi sebelum memutuskan upgrade peralatan.
Pekerjaan Manual Terlalu Banyak
Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah pekerjaan yang masih dilakukan secara manual.
Misalnya proses tertentu membutuhkan tenaga kerja untuk mengerjakan hal yang sama berulang kali. Ketika jumlah produksi bertambah, pekerjaan tersebut bisa menjadi semakin berat.
Tidak semua proses harus langsung menggunakan mesin. Pilih bagian yang memang paling membutuhkan bantuan agar upgrade peralatan tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Cari Bagian yang Membuat Proses Menunggu
Salah satu cara melihat bottleneck adalah memperhatikan waktu tunggu.
Misalnya adonan sudah selesai mixing, tetapi harus menunggu karena oven masih digunakan. Atau oven sudah kosong, tetapi adonan berikutnya belum siap.
Kondisi seperti ini menunjukkan adanya bagian produksi yang belum seimbang.
Dengan melihat alur tersebut, bakery dapat menentukan apakah perlu menambah kapasitas pada mesin tertentu atau cukup memperbaiki alur kerja.
Kapan Mesin Mulai Dibutuhkan?
Penggunaan mesin bakery mulai dapat dipertimbangkan ketika:
- Produksi harus dilakukan terlalu banyak batch.
- Waktu kerja semakin panjang.
- Pesanan sering menunggu.
- Tenaga kerja banyak tersita di satu proses.
- Kapasitas peralatan sudah tidak sesuai dengan jumlah produksi.
- Ada rencana meningkatkan jumlah produksi.
Tidak harus langsung mengganti semua peralatan. Mulai dari bagian yang paling lambat dan paling sering menghambat proses.
Sesuaikan Mesin dengan Kapasitas Produksi
Setelah mengetahui bagian yang paling lambat, barulah tentukan kebutuhan mesin.
Jangan hanya memilih mesin dengan kapasitas terbesar. Pertimbangkan jumlah produksi saat ini, ukuran batch, ruang yang tersedia, dan target produksi ke depan.
Dengan begitu, upgrade peralatan bisa dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan bisnis bakery Bali.
Kesimpulan
Ketika pesanan bakery semakin banyak, yang perlu dilakukan bukan sekadar menambah mesin. Cari tahu dulu bagian produksi yang paling lambat.
Mulai dari mencatat waktu setiap proses, melihat jumlah batch, mengecek waktu tunggu, lalu menentukan bagian mana yang memang membutuhkan tambahan kapasitas.
Dengan cara tersebut, bakery bisa melakukan upgrade mesin bakery berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar karena produksi sedang meningkat.
Untuk melihat pilihan mesin pengolah makanan dan peralatan bakery yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi, kunjungi FOMAC:
Spiral Mixer
Planetary Mixer
Horizontal Mixer
Dough Divider
Proofer
Convection Oven
Mesin Pemotong Roti
Oven Roti
Egg Beater
Toaster
Dough Sheeter / Penipis Adonan
Mesin Pelapis Kue
Oven Pizza
Mesin Parut Keju
Vertical Mixer
Combi Oven
Mesin Peniris Minyak
Mesin Penepung
Mesin Pembuat Mie
Food Dehydrator
Mesin Pembuat Saus
Mesin Pengayak
Dumpling Skin Maker
Oil Pressor
Peanut Roaster
Pengaduk Serbaguna
Pemotong Obat-Obatan
Deep Fryer
Mesin Pemanggang
Gas Griddle
Rice Steaming Cart
Bain Marie
Mesin Perebus Mie
Mesin Pengasap
Mesin Pemanggang Daging Kebab
Gas Burner / Kompor
Mesin Perebus Telur / Egg Boiler
Perebus Bakso
Electric Griddle
Kanto Cooking
Air Fryer
Induction Cooker
Gas Cooking Mixer
Dimsum Steamer
Gas Kwali Range
Coffee Grinder
Mesin Kopi
Coffee and Tea Warmer
Ice Blender
Mesin Susu Kedelai
Mesin Jus Dispenser
Mesin Slush
Mesin Giling Tebu
Mesin Ekstraktor Jus
Mesin Peras Jeruk
Mesin Peras Jeruk Manual
Water Boiler
Soda Maker
Mesin Es Krim Lembut
Mesin Es Krim Keras
Mesin Es Krim Goreng
Mesin Es Serut
Mesin Es Krim Lembut Aecoe
Mesin Es Batu
Under Counter Chiller
Under Counter Freezer
Showcase Dingin
Showcase Hangat
Steamer
Upright Chiller
Upright Freezer
Mesin Takoyaki
Cone Maker
Hot Dog Maker
Mesin Crepes
Mesin Waffle
Mesin Egg Waffle
Mesin Fish Waffle
Mesin Gulali
Mesin Sosis Telur
Mesin Sate Telur Puyuh
Mesin Kue Souffle
Mesin Popcorn
Pencetak Kentang Panjang
Tako Senbei
Pemeras Madu
Gelato Panini Press
Pemotong Tulang
Bowl Cutter
Meat Slicer
Mesin Giling Daging
Mesin Sosis
Mesin Pencetak Bakso
Fish Meat Bone Separator
Mesin Pencabut Bulu
Meat Mixer
Pengupas Telur
Penusuk Sate
Pencacah Sayuran
Mesin Pemotong Sayuran
Pengupas Kentang
Alat Pemotong Kentang Spiral
Mesin Pemotong Kentang
Pengupas Bawang
Alat Pemotong Kentang Stik
Pengering Sayuran
Pengupas Umbi-Umbian
Automatic L-bar Sealing
Manual L-Seal Cutter
Cup Sealer
Electromagnetic Induction Capper
Continuous Band Sealer
Pedal Sealer
Hand Sealer
Carton Sealer
Can Sealer
Tray Sealer
Automatic Side Sealer
Container Taping Seal
Sleeve Sealer
Pneumatic Sealer
Paste Pneumatic Filler
Automatic Filling Machine
Liquid Pneumatic Filler
Mesin Filling Liquid
Mesin Shrink
Pad Printing
Hand Printer
Bottle Labelling
Solid Ink
Metal Cap Model
Plastic Cap Model
Hand Strapping Tool
Hand Wrapping
Binding Tool
Skin Packager
Carton Erector and Sealing
Conveyor
Pallet Stretch Wrapper
Twist Tie Machine
Single Chamber Vacuum Machine
Household Vacuum Sealer
Double Chamber Vacuum Machine
External Vacuum Packager
Continuous Vacuum Sealer
Mesin Strapping
Particle Weighing Filling Machine
Filling and Sealing Sachet